Menurut Carol dan Tober, anak-anak Indigo memiliki 10 atribut berikut:
They come into the world with a feeling of royalty (and often act like it).
[Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi.]
They have a feeling of “deserving to be here,” and are surprised when others do not share that.
[Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.]
Self-worth is not a big issue; they often tell the parents “who they are.”
[Mereka menganggap bahwa dirinya bukanlah yang utama; seringkali menyampaikan jati dirinya kepada orang tuanya.]
They have difficulty with absolute authority (authority without explanation or choice).
[Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan]
They simply will not do uncertain things; for example, waiting in line is difficult for them.
[Mereka enggan melakukan hal yang tidak pasti, seperti menunggu.]
They get frustrated with systems that are ritually oriented and do not require creative thought.
[Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif.]
They often see better ways of doing things, both at home and in school, which makes them seem like “system busters” (non-conforming to any system).
[Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menimbulkan kesan ‘non konformistis’ terhadap sistem yang berlaku]
They seem antisocial unless they are with their own kind. If there are no others of like consciousness around them, they often turn inward, feeling like no other human understands them. School is often extremely difficult for them socially.
[Mereka tampak anti sosial dan terasing kecuali berada dalam lingkungan sesama indigo. Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi.]
They will not respond to “guilt” discipline.
[Mereka tidak akan menanggapi disiplin yang salah.]
They are not shy in letting it be known what they need.
[Mereka tidak sungkan untuk meminta apa yang dibutuhkannya]
Wendy H. Chapman menggambarkan ciri-ciri sebagai berikut dalam artikelnya.
Have strong self esteem, connection to source
Have an obvious sense of self
Refuse to follow orders or directions
Get bored rather easily with assigned tasks
Are rather creative
Display strong intuition
Have either strong or no empathy for others
Develop abstract thinking very young
Are gifted and/or talented, highly intelligent
Are often identified or suspected of having ADHD
Are frequent daydreamers
Have very old, deep, wise looking eyes
Dan beberapa klaim lainnya mengenai kemampuan anak Indigo:
Highly intelligent.
Often very creative.
Developmentally advanced in reading walking, talking, etc.
Psychic/intuitive abilities.
Multi-dimensionally awareness; they perceive a broader range of reality.
Telepathic abilities.
They sense and feel energies from people or other living things (aura reading).
Telekinesis, etc. Moving objects with their mind energy and thought.
Awareness of scientific, historical, anthropological and spiritual knowledge not consciously learnt. Sometimes called ‘knowledge bombs’.
Awareness of past lives.
Extremely empathic to all creatures, not just humans but animals and plants.
They can communicate with the unseen world, spirits and angels.
Multi-dimensional healing abilities.
Manifest unusual artwork, languages and scripts.
Dual consciousness; feeling part human and part extraterrestrial.
Have a sense of mission or higher purpose.
INDIGO VS PRESTASI
Seringkali anak indigo salah dikenali. Mereka kerap dianggap memiliki kelainan prilaku atau kesulitan belajar. Kesalahan pemahaman ini bisa disebabkan oleh jarangnya prestasi belajar yang ditunjukkan anak indigo. Seorang anak yang diberkahi dengan kelebihan indigo sebenarnya merupakan anak dengan tingkat intelegensi tinggi, bahkan lebih tinggi dari anak normal sebayanya. Tingginya tingkat intelegensi ini terkadang tidak tampak pada prestasi di sekolah, dan tidak jarang seorang anak indigo sampai tinggal kelas. Hal ini bisa dipahami setelah kita mengetahui karakteristik/ciri-ciri anak indigo. Namun, kita pun bisa melihat banyak juga anak indigo yang memang bisa mencetak prestasi bintang menyamai anak-anak jenius.
Nah, lalu dimana letak masalahnya? Kenapa mereka bisa berbeda? Indigo child kebanyakan malas belajar dan kurang ambisi, bahkan beberapa anak mengeluh sering sakit kepala karena banyak hal yang mereka tidak mengerti berada di pikiran mereka.
Ada yang mengatakan, umumnya anak Indigo berkepintaran tinggi, walaupun tidak bisa diukur dengan prestasi sekolah dengan ukuran peringkat. Mereka punya kemampuan berpikir, berdialog setingkat orang dewasa. Jadi, hati-hati kalau berhadapan dengan seorang indigo jangan mengukur kemampuan berpikir mereka dari usia dan pendidikannya. Terkadang apa yang tidak sampai dalam alam pikir kita sebagai orang dewasa, indigo bisa mencapainya. Jadi, terkesan ia banyak akalnya dan banyak maunya, menjadikan mereka suka dicap sebagai anak kecil “sok tahu” atau kalau orang dewasa dicap sebagai orang sombonglah karena suka menganggap lawan berdialog “telmi” (telat mikir).
Bukan berarti dengan kurang menonjolnya prestasi belajar mereka di sekolah, anak Indigo tidak mempunyai ’sesuatu yang bisa ditunjukkan’. Pada umumnya mereka memiliki minat tersendiri. Dampaknya, mereka kurang fokus terhadap bidang yang tidak mereka sukai sekalipun itu memang harus dijalani, misalnya sekolah. Nah, sekali mereka mempunyai minat, mereka akan fokus dan mendalaminya. Tak jarang, mereka pun mampu menghasilkjan prestasi dari bidang yang mereka minati tersebut, misalnya seni.
Jika sudah fokus, mereka akan mempunyai tekad yang kuat dan memiliki semangat juang untuk mendapatkan sesuatu. Dan biasanya, ternyata mereka mampu meraih apa yang mereka inginkan.
INTUISI MEREKA
Seperti kita ketahui, manusia umumnya mempunyai lima indera, tetapi ada juga yang dinamakan indera keenam. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Bagaimana hubungan warna itu dengan anak-anak indigo yang diketahui memiliki indera keenam?
Indera yang dimaksud adalah intuisi, semua orang sebetulnya memiliki intuisi tetapi khusus anak indigo mempunyai intuisi yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan. Mereka demikian peka seperti halnya anak jenius mempunyai kepintaran di atas rata-rata, demikian juga anak indigo mempunyai intuisi luar biasa tajam.
Dalam literatur kesehatan seperti yoga, prana, autohipnotis, meditasi dan sebagainya dikenal bahwa manusia selain mempunyai fisik yang bisa dilihat dan diraba juga mempunyai tubuh halus yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang berbakat kewaskitaan, yaitu orang yang extra sensory perception (ESP)-nya berkembang dengan baik karena tubuh halus itu berbentuk energi sinar berada di bawah empat oktaf dari kemampuan mata kasat melihat.
Mata kasat sendiri hanya mampu melihat warna pelangi, yaitu dari ungu sampai merah. Sedangkan badan halus itu berada di bawah warna merah termasuk far infra red ray (FIR) dengan panjang gelombang sekitar 12-6 mikron, frekuensi 60-120 Hz, dan orang awam mengenalnya dengan sebutkan aura. Yaitu, sinar elektro-magnetik dari tubuh. Sinar elektromagnetik yang memancar dari tubuh seseorang berbentuk elips mengelilingi tubuh fisik, kualitas warna dan kepadatannya mengindikasikan kesehatan dan karakter seseorang.
Untuk mengetahui apa warna sinar elektromagnetik yang dikenal sebagai aura, kini orang tidak perlu menunggu sampai mempunyai kemampuan ESP yang dikenal juga dengan istilah “mata ketiga”. Di Jakarta sudah ada mesin foto aura generasi akhir yang disebut Aura Video Station. Di situ kita bisa melihat secara langsung di layar monitor energi sinar elektromagnetik atau aura itu bergerak membentuk selubung dari tubuh fisik sesuai dengan tingkatan kesehatan dan emosi seseorang yang diproyeksikan dengan warna. Nah, warna anak indigo sementara ini berdasarkan fakta yang terkumpul umumnya berwarna biru sampai violet sebagai dominasi dari aktifnya cakra keenam, yang juga disebut cakra “mata ketiga”.
Berikut ini kita akan melihat apa itu cakra dan dari mana kaitan warna itu dengan intuisi tajam yang menjadikan seseorang berpredikat indigo dengan ketajaman intuisinya, meski sudah kita bahas sedikit di atas.
Di tubuh halus manusia yang disebut juga tubuh bioplasmik diketahui punya pintu-pintu energi. Kesehatan pintu-pintu energi itulah yang mendasari energi elektromagnetik (aura) seseorang dan warna yang tertangkap sebagai pancaran sinar elektromagnetik itu adalah hasil dominasi keaktifan pintu-pintu energi tersebut. Pintu-pintu energi itu disebut cakra diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti roda yang berputar.
Dalam literatur Yoga dikenal tubuh bioplasmik seseorang punya pintu-pintu energi yang berjumlah sekitar 360 dan terdiri dari pintu-pintu besar, sedang, dan kecil. Tetapi yang sangat berperan menghasilkan warna aura adalah pintu-pintu besar, dan dikenal dengan sebutan cakra-cakra utama yang berjumlah tujuh dan punya nama dan warna tertentu, serta memberi intensitas energi sendiri-sendiri pada tiap wilayah kesehatan organ dari tubuh fisik itu sendiri.
Seperti yang Anda bisa lihat pada gambar di atas, cakra keenam yang berwarna energi indigo disebut juga nilai yang bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk pancaindera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman perasaan (felling) untuk hal-hal abstrak, seperti berpikir cepat.
Sedangkan cakra ketujuh warna energi violet bertanggung jawab pada semua organ di kepala, khususnya otak dan memberi energi pada sikap seseorang berhubungan dengan keillahian.
[Di sini timbul satu pertanyaan; apakah seseorang yang memiliki aura berwarna ungu otomatis indigo juga?]
Jadi, jelas bukan indigo child memiliki ketajaman intuisi karena dari sinar elektromagnetik tubuhnya saja, tapi juga auranya yang hampir seluruhnya merupakan tanda keaktifan yang lebih dominannya pintu energi yang satu itu yakni cakra mata ketiga yang terindikasikan mengeluarkan energi berwarna indigo.
Umumnya orang yang berbakat sebagai indigo sudah tampak sejak lahir, bahkan kenyataan sebagaimana umumnya juga merupakan karunia yang turun-temurun. Jadi, secara alami mereka memang punya karunia itu dan ketajaman intuisinya berlainan satu dengan yang lain. Ada yang sangat peka sampai bisa mempunyai penglihatan menembus ruang dan waktu, misalnya sambil mengadakan hubungan telepon dia bisa menebak lawan bicaranya pakai baju warna apa atau sambil ngemil apa, juga mempunyai penglihatan akan kejadian-kejadian yang lalu atau yang akan datang dan keahlian seperti ini dimiliki juga oleh orang yang dijuluki paranormal, meskipun tidak semua paranormal itu indigo.
Tetapi, ada juga yang hanya bisa merasakan kenyamanan suatu tempat atau lebih bisa membaca “pikiran orang”, ada juga yang bisa mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dia pelajari sebelumnya, seperti keahlian olahraga tertentu, menulis, melukis sampai menjadi ahli tata rambut terkenal dsb.
Ada sebagian orang yang berubah menjadi indigo child dan memiliki segala kelebihannya karena terbebas dari suatu penyakit berat atau kecelakaan parah yang biasanya secara medis sudah dinyatakan tidak ada harapan hidup lagi, tetapi tahu-tahu bisa kembali sehat normal dan menjalani hidup seolah baru terbebas dari kematian dan mempunyai kemampuan intuisi tajam, bahkan jadi bisa memunyai keahlian-keahlian khusus, seperti jadi terapis/ pengobat dengan kemampuan khusus/tabib tanaman obat dan sebagainya. Wallohu alam.
Caranya tahu INDIGO ??
Untuk mengetahui seorang anak itu indigo atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan. Salah satunya melalui foto aura. Caranya, lima jari anak yang diduga indigo dipasang sensor -semacam scanning- yang dihubungkan dengan komputer. Di komputer itulah akan tampak apakah auranya tergolong aktif atau tidak.
Jika tampilan cakra di dahi berwarna nila dan kelihatan aktif (seperti bergerak-gerak) dan warna di sampingnya dominan nila, maka anak itu positif indigo. Cara lain untuk menentukan apakah seorang anak itu indigo adalah dengan melakukan wawancara psikologi terhadap si anak.
TIPS MENGASUH ANAK BERCIRI INDIGO :
Hargai keunikan anak
Hindari kritikan negatif
Jangan pernah mengecilkan anak
Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan
Bantu anak untuk berdisiplin
Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun
Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.
Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggapnya mengada-ada.
Jadikan sebagai mitra dalam membesarkan mereka.
APA YANG HARUD DILAKUKAN GURU ?
Jadilah pendengar yang baik
Gunakan pernyataan positif
Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak
Saling berbagi perasaan guru dan anak
Ciptakan suasa kekeluargaan dalam kelas dengan aturan kelas yang dibuat bersama
Menetapkan konsekuensi berdasarkan penyebab masalah kegagalan.
TIPE ANAK INDIGO
Ada 4 macam anak indigo (Nancy Tappe, dalam Carrol dan Tober, 1999) :
Humanis
Anak indigo tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir mereka di masa datang akan menjadi dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku yang menonjol saat ini adalah hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat yang kokoh.
Konseptual
Anak indigo tipe ini lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir mereka di masa depan adalah sebagai arstiek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku yang menonjol adalah suka mengontrol perilaku orang lain.
Artis
Anak indigo tipe ini menyukai pekerjaan di bidang seni. Perilaku yang menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat mereka terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.
Interdimensional.
Anak indigo tipe ini di masa yang akan datang akan menjadi seorang filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun kepada mereka karena mereka sudah mengetahuinya. Benarkah??
sumber : http://cybertime.multiply.com/journal/item/10
They come into the world with a feeling of royalty (and often act like it).
[Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi.]
They have a feeling of “deserving to be here,” and are surprised when others do not share that.
[Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.]
Self-worth is not a big issue; they often tell the parents “who they are.”
[Mereka menganggap bahwa dirinya bukanlah yang utama; seringkali menyampaikan jati dirinya kepada orang tuanya.]
They have difficulty with absolute authority (authority without explanation or choice).
[Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan]
They simply will not do uncertain things; for example, waiting in line is difficult for them.
[Mereka enggan melakukan hal yang tidak pasti, seperti menunggu.]
They get frustrated with systems that are ritually oriented and do not require creative thought.
[Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif.]
They often see better ways of doing things, both at home and in school, which makes them seem like “system busters” (non-conforming to any system).
[Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menimbulkan kesan ‘non konformistis’ terhadap sistem yang berlaku]
They seem antisocial unless they are with their own kind. If there are no others of like consciousness around them, they often turn inward, feeling like no other human understands them. School is often extremely difficult for them socially.
[Mereka tampak anti sosial dan terasing kecuali berada dalam lingkungan sesama indigo. Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi.]
They will not respond to “guilt” discipline.
[Mereka tidak akan menanggapi disiplin yang salah.]
They are not shy in letting it be known what they need.
[Mereka tidak sungkan untuk meminta apa yang dibutuhkannya]
Wendy H. Chapman menggambarkan ciri-ciri sebagai berikut dalam artikelnya.
Have strong self esteem, connection to source
Have an obvious sense of self
Refuse to follow orders or directions
Get bored rather easily with assigned tasks
Are rather creative
Display strong intuition
Have either strong or no empathy for others
Develop abstract thinking very young
Are gifted and/or talented, highly intelligent
Are often identified or suspected of having ADHD
Are frequent daydreamers
Have very old, deep, wise looking eyes
Dan beberapa klaim lainnya mengenai kemampuan anak Indigo:
Highly intelligent.
Often very creative.
Developmentally advanced in reading walking, talking, etc.
Psychic/intuitive abilities.
Multi-dimensionally awareness; they perceive a broader range of reality.
Telepathic abilities.
They sense and feel energies from people or other living things (aura reading).
Telekinesis, etc. Moving objects with their mind energy and thought.
Awareness of scientific, historical, anthropological and spiritual knowledge not consciously learnt. Sometimes called ‘knowledge bombs’.
Awareness of past lives.
Extremely empathic to all creatures, not just humans but animals and plants.
They can communicate with the unseen world, spirits and angels.
Multi-dimensional healing abilities.
Manifest unusual artwork, languages and scripts.
Dual consciousness; feeling part human and part extraterrestrial.
Have a sense of mission or higher purpose.
INDIGO VS PRESTASI
Seringkali anak indigo salah dikenali. Mereka kerap dianggap memiliki kelainan prilaku atau kesulitan belajar. Kesalahan pemahaman ini bisa disebabkan oleh jarangnya prestasi belajar yang ditunjukkan anak indigo. Seorang anak yang diberkahi dengan kelebihan indigo sebenarnya merupakan anak dengan tingkat intelegensi tinggi, bahkan lebih tinggi dari anak normal sebayanya. Tingginya tingkat intelegensi ini terkadang tidak tampak pada prestasi di sekolah, dan tidak jarang seorang anak indigo sampai tinggal kelas. Hal ini bisa dipahami setelah kita mengetahui karakteristik/ciri-ciri anak indigo. Namun, kita pun bisa melihat banyak juga anak indigo yang memang bisa mencetak prestasi bintang menyamai anak-anak jenius.
Nah, lalu dimana letak masalahnya? Kenapa mereka bisa berbeda? Indigo child kebanyakan malas belajar dan kurang ambisi, bahkan beberapa anak mengeluh sering sakit kepala karena banyak hal yang mereka tidak mengerti berada di pikiran mereka.
Ada yang mengatakan, umumnya anak Indigo berkepintaran tinggi, walaupun tidak bisa diukur dengan prestasi sekolah dengan ukuran peringkat. Mereka punya kemampuan berpikir, berdialog setingkat orang dewasa. Jadi, hati-hati kalau berhadapan dengan seorang indigo jangan mengukur kemampuan berpikir mereka dari usia dan pendidikannya. Terkadang apa yang tidak sampai dalam alam pikir kita sebagai orang dewasa, indigo bisa mencapainya. Jadi, terkesan ia banyak akalnya dan banyak maunya, menjadikan mereka suka dicap sebagai anak kecil “sok tahu” atau kalau orang dewasa dicap sebagai orang sombonglah karena suka menganggap lawan berdialog “telmi” (telat mikir).
Bukan berarti dengan kurang menonjolnya prestasi belajar mereka di sekolah, anak Indigo tidak mempunyai ’sesuatu yang bisa ditunjukkan’. Pada umumnya mereka memiliki minat tersendiri. Dampaknya, mereka kurang fokus terhadap bidang yang tidak mereka sukai sekalipun itu memang harus dijalani, misalnya sekolah. Nah, sekali mereka mempunyai minat, mereka akan fokus dan mendalaminya. Tak jarang, mereka pun mampu menghasilkjan prestasi dari bidang yang mereka minati tersebut, misalnya seni.
Jika sudah fokus, mereka akan mempunyai tekad yang kuat dan memiliki semangat juang untuk mendapatkan sesuatu. Dan biasanya, ternyata mereka mampu meraih apa yang mereka inginkan.
INTUISI MEREKA
Seperti kita ketahui, manusia umumnya mempunyai lima indera, tetapi ada juga yang dinamakan indera keenam. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Bagaimana hubungan warna itu dengan anak-anak indigo yang diketahui memiliki indera keenam?
Indera yang dimaksud adalah intuisi, semua orang sebetulnya memiliki intuisi tetapi khusus anak indigo mempunyai intuisi yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan. Mereka demikian peka seperti halnya anak jenius mempunyai kepintaran di atas rata-rata, demikian juga anak indigo mempunyai intuisi luar biasa tajam.
Dalam literatur kesehatan seperti yoga, prana, autohipnotis, meditasi dan sebagainya dikenal bahwa manusia selain mempunyai fisik yang bisa dilihat dan diraba juga mempunyai tubuh halus yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang berbakat kewaskitaan, yaitu orang yang extra sensory perception (ESP)-nya berkembang dengan baik karena tubuh halus itu berbentuk energi sinar berada di bawah empat oktaf dari kemampuan mata kasat melihat.
Mata kasat sendiri hanya mampu melihat warna pelangi, yaitu dari ungu sampai merah. Sedangkan badan halus itu berada di bawah warna merah termasuk far infra red ray (FIR) dengan panjang gelombang sekitar 12-6 mikron, frekuensi 60-120 Hz, dan orang awam mengenalnya dengan sebutkan aura. Yaitu, sinar elektro-magnetik dari tubuh. Sinar elektromagnetik yang memancar dari tubuh seseorang berbentuk elips mengelilingi tubuh fisik, kualitas warna dan kepadatannya mengindikasikan kesehatan dan karakter seseorang.
Untuk mengetahui apa warna sinar elektromagnetik yang dikenal sebagai aura, kini orang tidak perlu menunggu sampai mempunyai kemampuan ESP yang dikenal juga dengan istilah “mata ketiga”. Di Jakarta sudah ada mesin foto aura generasi akhir yang disebut Aura Video Station. Di situ kita bisa melihat secara langsung di layar monitor energi sinar elektromagnetik atau aura itu bergerak membentuk selubung dari tubuh fisik sesuai dengan tingkatan kesehatan dan emosi seseorang yang diproyeksikan dengan warna. Nah, warna anak indigo sementara ini berdasarkan fakta yang terkumpul umumnya berwarna biru sampai violet sebagai dominasi dari aktifnya cakra keenam, yang juga disebut cakra “mata ketiga”.
Berikut ini kita akan melihat apa itu cakra dan dari mana kaitan warna itu dengan intuisi tajam yang menjadikan seseorang berpredikat indigo dengan ketajaman intuisinya, meski sudah kita bahas sedikit di atas.
Di tubuh halus manusia yang disebut juga tubuh bioplasmik diketahui punya pintu-pintu energi. Kesehatan pintu-pintu energi itulah yang mendasari energi elektromagnetik (aura) seseorang dan warna yang tertangkap sebagai pancaran sinar elektromagnetik itu adalah hasil dominasi keaktifan pintu-pintu energi tersebut. Pintu-pintu energi itu disebut cakra diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti roda yang berputar.
Dalam literatur Yoga dikenal tubuh bioplasmik seseorang punya pintu-pintu energi yang berjumlah sekitar 360 dan terdiri dari pintu-pintu besar, sedang, dan kecil. Tetapi yang sangat berperan menghasilkan warna aura adalah pintu-pintu besar, dan dikenal dengan sebutan cakra-cakra utama yang berjumlah tujuh dan punya nama dan warna tertentu, serta memberi intensitas energi sendiri-sendiri pada tiap wilayah kesehatan organ dari tubuh fisik itu sendiri.
Seperti yang Anda bisa lihat pada gambar di atas, cakra keenam yang berwarna energi indigo disebut juga nilai yang bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk pancaindera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman perasaan (felling) untuk hal-hal abstrak, seperti berpikir cepat.
Sedangkan cakra ketujuh warna energi violet bertanggung jawab pada semua organ di kepala, khususnya otak dan memberi energi pada sikap seseorang berhubungan dengan keillahian.
[Di sini timbul satu pertanyaan; apakah seseorang yang memiliki aura berwarna ungu otomatis indigo juga?]
Jadi, jelas bukan indigo child memiliki ketajaman intuisi karena dari sinar elektromagnetik tubuhnya saja, tapi juga auranya yang hampir seluruhnya merupakan tanda keaktifan yang lebih dominannya pintu energi yang satu itu yakni cakra mata ketiga yang terindikasikan mengeluarkan energi berwarna indigo.
Umumnya orang yang berbakat sebagai indigo sudah tampak sejak lahir, bahkan kenyataan sebagaimana umumnya juga merupakan karunia yang turun-temurun. Jadi, secara alami mereka memang punya karunia itu dan ketajaman intuisinya berlainan satu dengan yang lain. Ada yang sangat peka sampai bisa mempunyai penglihatan menembus ruang dan waktu, misalnya sambil mengadakan hubungan telepon dia bisa menebak lawan bicaranya pakai baju warna apa atau sambil ngemil apa, juga mempunyai penglihatan akan kejadian-kejadian yang lalu atau yang akan datang dan keahlian seperti ini dimiliki juga oleh orang yang dijuluki paranormal, meskipun tidak semua paranormal itu indigo.
Tetapi, ada juga yang hanya bisa merasakan kenyamanan suatu tempat atau lebih bisa membaca “pikiran orang”, ada juga yang bisa mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dia pelajari sebelumnya, seperti keahlian olahraga tertentu, menulis, melukis sampai menjadi ahli tata rambut terkenal dsb.
Ada sebagian orang yang berubah menjadi indigo child dan memiliki segala kelebihannya karena terbebas dari suatu penyakit berat atau kecelakaan parah yang biasanya secara medis sudah dinyatakan tidak ada harapan hidup lagi, tetapi tahu-tahu bisa kembali sehat normal dan menjalani hidup seolah baru terbebas dari kematian dan mempunyai kemampuan intuisi tajam, bahkan jadi bisa memunyai keahlian-keahlian khusus, seperti jadi terapis/ pengobat dengan kemampuan khusus/tabib tanaman obat dan sebagainya. Wallohu alam.
Caranya tahu INDIGO ??
Untuk mengetahui seorang anak itu indigo atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan. Salah satunya melalui foto aura. Caranya, lima jari anak yang diduga indigo dipasang sensor -semacam scanning- yang dihubungkan dengan komputer. Di komputer itulah akan tampak apakah auranya tergolong aktif atau tidak.
Jika tampilan cakra di dahi berwarna nila dan kelihatan aktif (seperti bergerak-gerak) dan warna di sampingnya dominan nila, maka anak itu positif indigo. Cara lain untuk menentukan apakah seorang anak itu indigo adalah dengan melakukan wawancara psikologi terhadap si anak.
TIPS MENGASUH ANAK BERCIRI INDIGO :
Hargai keunikan anak
Hindari kritikan negatif
Jangan pernah mengecilkan anak
Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan
Bantu anak untuk berdisiplin
Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun
Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.
Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggapnya mengada-ada.
Jadikan sebagai mitra dalam membesarkan mereka.
APA YANG HARUD DILAKUKAN GURU ?
Jadilah pendengar yang baik
Gunakan pernyataan positif
Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak
Saling berbagi perasaan guru dan anak
Ciptakan suasa kekeluargaan dalam kelas dengan aturan kelas yang dibuat bersama
Menetapkan konsekuensi berdasarkan penyebab masalah kegagalan.
TIPE ANAK INDIGO
Ada 4 macam anak indigo (Nancy Tappe, dalam Carrol dan Tober, 1999) :
Humanis
Anak indigo tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir mereka di masa datang akan menjadi dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku yang menonjol saat ini adalah hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat yang kokoh.
Konseptual
Anak indigo tipe ini lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir mereka di masa depan adalah sebagai arstiek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku yang menonjol adalah suka mengontrol perilaku orang lain.
Artis
Anak indigo tipe ini menyukai pekerjaan di bidang seni. Perilaku yang menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat mereka terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.
Interdimensional.
Anak indigo tipe ini di masa yang akan datang akan menjadi seorang filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun kepada mereka karena mereka sudah mengetahuinya. Benarkah??
sumber : http://cybertime.multiply.













